Sosok Pasutri Asal Jerman di Balik Keampuhan Vaksin COVID-19 Buatan BioNtech

Sosok Pasutri Asal Jerman di Balik Keampuhan Vaksin COVID-19 Buatan BioNtech

“Lightspeed”, alias kecepatan sinar, begitu nama project perusahaan Jerman BioNtech yang diawali pada Januari 2020. Sasarannya ialah meningkatkan vaksin untuk menantang virus corona dalam tempo yang menulis rekor. Wajarnya peningkatan vaksin memakan waktu di antara 8 sampai 10 tahun.

Dibalik project berambisi dari perusahaan bioteknologi Jerman ini ada dua figur, suami istri Ugur Sahin serta Özlem Türeci.

Mencuplik DW Indonesia, Rabu (11/11/2020), ke-2 periset ini berdasar belakang migran, orang-tua mereka berawal dari Turki.

Saat pandemi virus corona menempa China pada Januari 2020, serta tidak ada satu juga di Jerman berasa cemas akan pecahnya wabah, ke-2 ahli kedokteran ini telah bereaksi positif.

Sahin serta Türeci langsung arahkan penelitian untuk cari vaksin anti-virus corona. Tiga bulan selanjutnya BioNtech telah mempunyai calon vaksin yang masuk babak peningkatan medis.

Ke-2 ahli kedokteran ini awalnya memusatkan penelitian untuk melawan kanker. Tetapi sistem yang mereka pakai berlainan benar-benar jauh dari therapy kanker konservatif.

Sahin serta Türeci mengenali, beberapa pasien kanker tidak ada yang alami perubahan genetika sel kanker yang sama persis atau sama. Karenanya pasien kanker tidak dapat diterapi dengan perlakuan operasi, chemoteraphy atau radiasi yang seragam serta baku. Ini berarti tiap pasien membutuhkan therapy yang istimewa direncanakan buat setiap individual.

Ke-2 ahli kedokteran itu mengenali, badan manusia umumnya dapat membantu diri kita waktu terserang bakteri atau virus. Target Sahin serta Türeci ialah, meningkatkan therapy imunisasi yang menggairahkan proses pengobatan diri kita serta melepaskan “polisi” dari metode kebal badan, untuk melawan serta memberantas sel tumor jahat.

“Saya mengetahui sejak awal kali, ketarik pada ilmu dan pengetahuan serta tehnologi”, tutur Sahin waktu terima penghargaan Mustafa 2019. Dilahirkan di Turki 54 tahun lalu, Ugur Sahin dibawa orangtuanya lakukan migrasi ke Jerman pada umur 4 tahun. Ayahnya bekerja di pabrik mobil Ford di Köln.

Ia kuliah jalur kedokteran di Unversitas Köln. “Saya ketarik pada therapy metode kekebalan”, katanya. Pada umur 20 tahun Sahin mulai lakukan penelitian serta bekerja di laboratorium.

“Waktu rekan kuliah pulang ke rumah sesudah habis perkuliahan jam 16, saya umumnya langsung ke arah laboratorium serta bekerja di situ. Umumnya sampai jam 21 atau 22, tetapi terkadang dapat sampai jam 4 pagi”, tutur Sahin kenang kembali.

Tahun 1992 Sahin lulus program Doktoral dengan penghargaan “Summa cum laude”. Dia selanjutnya bekerja selaku dokter pakar penyakit dalam serta iritologi/onkologi di Rumah Sakit Kampus Köln. Dia selanjutnya berpindah ke rumah sakit Kampus Saarland, di mana dia berjumpa dengan Özlem Türeci yang menjadi istrinya sampai saat ini.

Özlem Türeci ialah putri seorang dokter yang lakukan migrasi dari Istanbul, Turki ke Jerman. Dia kuliah kedokteran di Kampus Saarland, serta sekarang bekerja selaku dosen di Kampus Mainz serta diketahui selaku pion therapy kanker dengan kekebalan.

Türeci populer selaku dokter pakar therapy kanker dengan obat kekebalan yang paling memerhatikan kebutuhan pasiennya. “Semuanya tercipta karena ayah saya yang bekerja selaku dokter serta benar-benar memusatkan pada kebutuhan pasien”, katanya.

Tahun 2001 bersama Sahin, calon suaminya saat itu, Türeci membangun Ganymed Pharmaceuticals, perusahaan biofarmasi yang meningkatkan obat kanker therapy kekebalan. Di tahun 2016 perusahaan itu dipasarkan pada harga 422 juta Euro.

Tahun 2008 Sahin serta Türeci membangun satu perusahaan bio tehnologi yang lain, yang bernama sekarang mencatat riwayat: BioNtech. Perusahaan ini khususnya meningkatkan tehnologi serta obat untuk therapy kekebalan yang disamakan dengan keperluan individu masing-masing.

Vaksin pertama virus corona dari project “Lightspeed” diinginkan mendapatkan izin edar cepat di AS pada tengah November 2020. Karena itu partner BioNtech di AS, Pfizer akan ajukan izin pemakaian genting.

Data terbaru memperlihatkan calon vaksin BioNtech yang dinamakan BNT162 memberi pelindungan 90% pada Covid-19, begitu informasi bersama BioNtech serta Pfizer Senin (09/11). Dengan demikian perusahaan bio farmasi ini jadi yang pertama mendaftar untuk mendapatkan peraturan vaksin dalam lomba menantang corona di negara maju.

komisi pengawas farmasi Eropa- EMA awalnya Oktober lalu telah mengumukan proses pemberian izin untuk vaksin corona dari BioNtech serta Pfizer. Vaksin sekarang ini sedang diuji dalam babak ke-3 tes medis pada seputar 10.000 sukarelawan.

Untuk percepat pemberian izin, hasil test yang lagi berjalan lagi ditelaah, sampai digabungkan cukup pengetahuan untuk memikat keputusan memberi dokumen perizinannya, begitu dipublikasikan EMA.

BioNtech sekarang ini memiiki 1.300 karyawan dari 60 negara. Setengah karyawan ialah wanita serta seputar 30 % dari semua karyawan mempunyai gelar Doktoral. Bulan Oktober lalu, BioNtech tembus lantai bursa tehnologi Nasdaq di AS, serta perusahaan lagi berkembang.

Raksasa farmasi AS Prizer bekerja bersama dengan Biontech Jerman meningkatkan vaksin corona. Vaksin yang ditingkatkan diklaim sudah efisien 90% serta sudah jalani tes medis.

error: Content is protected !!