Viral Video Aksi Perundungan Diduga Libatkan Mahasiswa Unpar

Viral Video Aksi Perundungan Diduga Libatkan Mahasiswa Unpar

Satu video yang menunjukkan tindakan bullying atau perundugan tersebar di sosial media. Dari video yang diterima pada Senin (9/11/2020) malam itu, ada info yang tuliskan jika salah orang yang terjebak dalam tindakan bullying ialah mahasiswa baru Kampus Parahyangan (Unpar), Bandung.

Berdasar pantaun video, tindakan itu dikerjakan beberapa orang pada seorang pria berpakaian hitam. Terlihat beberapa orang, terhitung wanita, dalam video itu melemparkan cercaan. Tidak itu saja, sebagian orang nampak lakukan pukulan serta jambakan pada pemuda berpakaian hitam itu.

Video yang diterima terdiri ke dalam dua rekaman, dengan durasi 57 serta 38 detik. Dalam video togel singapore hari ini itu, tercantum juga beberapa alamat account instagram yang diperhitungkan selaku aktor bullying.

Dari pencarian sosial media yang dikerjakan Liputan6.com, salah satunya account mengarah pada orang wanita yang diperhitungkan mahasiswa baru Unpar angakatan 2020. Masalahnya dalam satu upload pada 9 September, account itu pernah berisi satu photo bertagar acara akseptasi mahasiswa Unpar, yakni #siapunpar2020.

Diverifikasi terpisah, Koordinator Mahasiswa dalam aktivitas Siap (Inisiasip serta Penyesuaian) Unpar 2020, Raynard Cristian menjelaskan, pemakaian tagar itu benar-benar berkaitan dengan aktivitas akseptasi mahasiswa baru Unpar angkatan 2020, yaitu Siap Unpar. Tetapi, Reynard memperjelas, rutinitas dalam video yang tersebar bukan sisi dari acara akseptasi mahasiswa baru Unpar 2020.

“Saya dapat verifikasi, jika itu (aktivitas dalam video) bukan sisi dari aktivitas universitas benar-benar” ucapnya waktu dikontak, Selasa (10/11/2020).

Masalahnya Raynard meneruskan, semua serangkaian acara akseptasi mahasiswa baru itu dikerjakan secara virtual, hingga tidak ada tatap muka langsung. Aktivitas sendiri berjalan dari tanggal 9-11 September kemarin.

“Periode Tujuan Unpar itu cuman sepanjang tanggal 9-11 September, semua dikerjakan secara virtual. Saya sendiri juga sebagai salah satunya yang bertanggungjawab belum pernah berjumpa serta berhubungan langsung dengan peserta (mahasiswa 2020),” ucapnya.

“Beberapa tutor juga, dalam program saya, yang memiliki pekerjaan untuk berhubungan langsung dengan peserta, seluruh interaksinya dikerjakan secara virtual,” dia meneruskan.

Berkaitan video sama, Presiden Mahasiswa (Presma) Unpar, Hakkinen Malik akui, sudah diselenggarakan meeting intern yang dikerjakan oleh faksi universitas. Sampai sekarang ini, faksi presma sendiri sedang menyelidik serta memverifikasi berkaitan identitas yang diperhitungkan aktor bullying itu.

Hakkiken juga memperjelas jika serangkaian ospek di Unpar, khususnya yang biasa, dikerjakan secara virtual dan tidak ada jadwal kelanjutan. “Intinya, sekarang ini ialah validasi info yang tersebar lebih dulu akan ada perlakuan disana,” ucapnya.

Tentang hal, berkaitan video, Hakkiken sudah menyaksikan video itu awalnya. Setahunya, video itu diterima oleh account instagram BEM Unpar. Seorang dengan bukan account individual, kata Hakkiken, sudah mengirim video itu seputar empat atau lima hari kemarin.

“Untuk info validnya bakal ada sesudah klarifikasi serta proses,” bebernya.

Sampai informasi ini dicatat, faksi universitas belum ingin memberi tanggapan masalah video trending tindakan penghinaan itu.

error: Content is protected !!